Perancangan Job-Person Matching di Bagian Sediaan Non-Betalaktam Departemen Instalasi Produksi Lafiad

Authors

  • Devi Puspitarini Rachman Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik Industri, Institut Teknologi Bandung
  • Joko Siswanto Kelompok Keahlian Manajemen Industri, Fakultas Teknik Industri, Institut Teknologi Bandung

DOI:

https://doi.org/10.61769/jurtel.v9i2.89

Keywords:

Kompetensi, Kamus kompetensi bidang, Kamus kompetensi perilaku, Fuzzy rule base, Job-person matching

Abstract

Ketepatan waktu produksi, kualitas, dan kuantitas yang baik dapat dicapai jika manajemen bagian produksi maupun operator produksi memiliki kompetensi yang sesuai dengan jabatannya. Salah satu usaha yang dilakukan adalah dengan melakukan penempatan pegawai yang tepat. Selain berdasarkan kompetensi, penempatan pegawai juga mempertimbangkan prestasi masa lalu dan prospek masa depan pegawai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rancangan job-person matching pegawai Bagian Sediaan Non-Betalaktam Departemen Instalasi Produksi Lembaga Farmasi Direktorat Kesehatan Angkatan Darat (LAFIAD) yang mempertimbangkan aspek kompetensi, prestasi masa lalu dan prospek masa depan. Perancangan kamus kompetensi bidang dilakukan dengan mengidentifikasi KSA (knowledge, skill, and abilities) yang dibutuhkan untuk tiap jabatan. Untuk perancangan kamus kompetensi perilaku digunakan bantuan acuan model kompetensi generik untuk manajerial dan teknisi yang telah disusun oleh Spencer & Spencer [9]. Rancangan kamus kompetensi dan kebutuhan kompetensi jabatan kemudian akan digunakan sebagai dasar dalam melakukan penilaian kompetensi terhadap pegawai di Bagian Sediaan Non-Betalaktam LAFIAD. Perhitungan individual competency score dilakukan dengan menggunakan pendekatan fuzzy rule base yang diusulkan oleh Golec & Kahya [3]. Untuk membantu perhitungan maka pada penelitian ini dirancang pula aplikasi Job-Person Matching yang bertujuan untuk memudahkan dalam melihat hasil dari rancangan job-person matching. Hasil dari job-person matching ini menggambarkan urutan pegawai di masing-masing jabatan berdasarkan kompetensinya dengan mempertimbangkan prestasi masa lalu dan prospek masa depan serta usulan tindak lanjut yang bisa dilakukan perusahaan terkait hasil yang dikeluarkan.

 

Good production can be achieved if the operator and the management have competency in accordance with the position. This can be achieved by putting the right employee at the right position. Not only competency, past performance and future prospect are also important to be considered. The purpose of this study is to develop job-person matching design of Non-Betalaktam Stock Area, Department of Production Installation, Lembaga Farmasi Direktorat Kesehatan Angkatan Darat (LAFIAD). The design considered the employee competency, past performance and future prospect. The design of area competency directory was developed based on knowledge, skills and abilities (KSA) identification in every position. The design of behavior competency dictionary was based on generic competency model by Spencer & Spencer [9]. The design would become the base to assess the competency of the employee of Non-Betalaktam Stock Area LAFIAD. Individual competency score calculation was done using fuzzy rule based approach proposed by Golec & Kahya [3]. The application of job-person matching was also developed to evaluate the result. The job-person matching described the order of employee in every position, based on competency, past performance and future prospect, also the follow up suggestion for the company.

Author Biographies

Devi Puspitarini Rachman, Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik Industri, Institut Teknologi Bandung

Devi Puspitarini Rachman, lahir pada tahun 1990, memperoleh gelar Sarjana Teknik Industri, FTI- ITB. Saat ini aktif sebagai Manajer di Bank Mandiri (Persero) Tbk.

Joko Siswanto, Kelompok Keahlian Manajemen Industri, Fakultas Teknik Industri, Institut Teknologi Bandung

Joko Siswanto, lahir pada tahun 1963, memperoleh gelar Master di Dalhousie Univeristy - Kanada tahun 1993, dan gelar Doktor di Universiteit Twente – Belanda tahun 1999. Saat ini aktif sebagai dosen di Laboratorium Inovasi dan Pengembangan Sistem Perusahaan - Kelompok Keahlian Manajemen Industri - Fakultas Teknologi Industri - ITB.

References

Badan Pengawasan Obat dan Makanan Republik Indonesia. Pedoman Cara Pembuatan Obat yang Baik. Jakarta: BPOM RI, 2006.

Bloom’s Revised Taxonomy. (2012, June 09). Designing Competency Based Training with Bloom’s Taxonomy. (n.d.)[Online]. Available: http://mbmtraining.wordpress.com.

A. Golec and E. Kahya. ”A Fuzzy Model For Competency-Based Employee Evaluation And Selection.” Journal of Computers & Industrial Engineering, vol.52, 2007, pp.143-161.

Jain et al. “Evaluation of The Supplier Performance Using an Evaluation Fuzzy-Based Approach.” Journal of Manufacturing Technology Management, vol.15, lss.8, 2004, pp. 735.

C.L. Putri. “Perancangan Kamus Kompetensi Bidang dan Job Person Matching Berdasarkan Kamus Kompetensi Bidang Operator Bagian Trimming Line 1 Departemen APC 1 PT. Mercedes-Benz Indonesia.” Program Studi Teknik Industri, Bandung, 2010.

J.Siswanto. “A New Innovative Job Analysis Method for Modern Organizations in Turbulent Environment,” 2005.

J.Siswanto. “Integrated Competency-Based Human Resource Management System: Implemented Model in Indonesian Crown Corporations,” 2007.

Sivanandam et al. Introduction to Fuzzy Logic Using MATLAB. New York: Springer Berlin Heidelberg, 2007.

L. M .Spencer and S. M.Spencer. Competence at Work: Model for Superior Performance. New York: John Wiley & Sons, Inc., 1993.

Published

2014-12-27

Issue

Section

Articles