Model Pengendalian Sistem Persediaan Dua Eselon dengan Memperhatikan Pengelompokan Pelanggan

Roland Silitonga, Kevin Julian

Abstract


Two echelons inventory system is the common structure of consumption product distribution business, where one or more depots distribute product to customers. Each depot supplied by a manufacturer (factory). Optimization of such structure will minimize inventory cost and transportation cost, from factory to the depot and from the depot to the customers. There is a trade off between the order cost and holding cost, and between the frequency of delivery and the transportation capacity used by each delivery. In this study, optimization was done to PT Z, a company with a structure of one factory, one depot and 30 customers. To further optimize the total cost, the customers were grouped based on locations, to increase the capacity used of the transportation. The optimization was done to determine optimum order, at the depot and at the customers. The result showed a significant decrease in cost. The next step is to implement the system into an application.

Bentuk umum rantai pasok pada usaha distribusi produk konsumsi adalah dua eselon, di mana terdapat depot yang melayani banyak pelanggan. Depot itu sendiri dipasok oleh pabrik. Optimisasi sistem inventori dua eselon ini akan meminimasi biaya inventori dan juga biaya transportasi, baik dari pabrik ke depot maupun dari depot ke pelanggan. Terdapat trade-off antara biaya pesan dengan biaya simpan, juga antara jumlah pengiriman dan persentase kapasitas alat angkut yang terpakai setiap pengiriman. Pada penelitian ini dilakukan usaha optimasi sistem inventori di PT Z, sebuah perusahaan yang terdiri atas satu pabrik, satu depot, dan tiga puluh pelanggan. Optimisasi dilakukan untuk mendapatkan jumlah pemesanan yang optimum pada depo dan tiap pelanggan. Untuk meminimasi biaya transportasi dilakukan pengelompokan pelanggan berdasarkan lokasi, sehingga terjadi peningkatan persentase kapasitas angkut yang terpakai. Penelitian ini kemudian membandingkan biaya transportasi dengan pengelompokan pelanggan dan pengiriman tanpa pengelompokkan pelanggan. Hasilnya menunjukkan terdapat penurunan biaya yang cukup signifikan. Tahap berikutnya adalah menerapkan sistem pemesanan yang dibangun ke dalam aplikasi.


Keywords


sistem inventori multi eselon, pemesanan optimum, biaya transportasi

Full Text:

PDF

References


Silitonga, R., Pakpahan, E. K. A., Anggraeni, M. (2017). Synchronization of Production and Sales Target Through Pull Inventory Management Policy. IOP Conference Series: Materials Science and Engineering 277 (1), 012052.

Silitonga, R. Y. H., Sarim, S., Yuli, F. (2016). Analisis Kebijakan Manajemen Persediaan Probabilistik dengan Model Q dan P Lost Sales, Jurnal Telematika, vol. 10 no. 1 pp. 7.

Silitonga, R. Y. H., Kawet, M. P. (2017) Pengembangan Model untuk Aplikasi Pengendalian Persediaan Probabilistik Multi Item Single Supplier. Jurnal Telematika, vol. 12 no. 1 pp. 13-22.

Maya, R. S. (2014). Model Pengendalian Sistem Persediaan Dua Eselon Pada Sub Dolog Wilayah VIII Bandung. Bandung: Institut Teknologi Nasional.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Jurnal Telematika

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

____________________________________________

Institut Teknologi Harapan Bangsa

Jl. Dipatiukur no. 80-84 Lt. 2

Bandung 40132


Creative Commons License

Jurnal Telematika is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.