Perancangan Sistem Informasi Monitoring dan Reporting Program Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (Studi Kasus: Kelurahan X)

Herastia Maharani, Cut Fiarni, Shinthia Mulyani

Abstract

PKK is a movement that aims to empower families to improve people's welfare. PKK has 10 main programs, consisting of Understanding and Practicing Pancasila, Gotong Royong, Food, Clothing, Housing and Housekeeping, Education and Skills, Health, Development of Cooperative Life, Environmental Sustainability, Healthy Planning. The PKK strategy to reach as many families as possible is carried out through the "Dasawisma Group", namely groups of 10 - 20 families that are living close together. The Dasawisma group has citizen data collection activities that are conducted every 6 months. Data collection is carried out using more than one form, with the similar entries. Filling the same data on different forms raises data redundancy that leads to inefficient use of time and form storage and leads to data inconsistencies. This redundancy issue also happened because there is no integration between the main data of each family member in the Kelurahan and the data for the main PKK program. Data processing that has not been integrated will make it difficult for the PKK to solve any problems that occur in its respective neighbourhood, RW (Rukun Warga) or RT (Rukun Tetangga). This research designed a web-based information system that integrates and processes the main data of family members and the data on 10 main PKK programs, and help PKK to monitor and create relevant reports for its program.

PKK merupakan sebuah gerakan yang bertujuan memberdayakan keluarga untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. PKK memiliki 10 program pokok, terdiri dari: Penghayatan dan Pengamalan Pancasila, Gotong Royong, Pangan, Sandang, Perumahan dan Tata Laksana Rumah Tangga, Pendidikan dan Keterampilan, Kesehatan, Pengembangan Kehidupan Berkoperasi, Kelestarian Lingkungan Hidup, Perencanaan Sehat. Strategi PKK dalam upaya menjangkau sebanyak mungkin keluarga dilaksanakan melalui ―Kelompok Dasawisma‖, yaitu kelompok 10 – 20 KK yang tinggal berdekatan. Kelompok Dasawisma memiliki kegiatan pendataan warga yang dilakukan setiap 6 bulan sekali. Pendataan dilakukan menggunakan form yang berjumlah lebih
dari satu, dengan isian yang sama. Pengisian data yang sama pada form yang berbeda menimbulkan adanya redundansi data. Rendundansi data yang terjadi menimbulkan adanya pemborosan waktu dan ruang penyimpanan form dan inkonsistensi data. Hal tersebut juga terjadi karena belum adanya integrasi data antara data utama anggota setiap keluarga di Kelurahan dengan data untuk program pokok PKK. Pengolahan data yang belum terintegrasi akan menyulitkan pihak PKK dalam menyelesaikan setiap permasalahan yang terjadi di lingkungan Kelurahan, RW (Rukun Warga), maupun RT (Rukun Tetangga). Pada penelitian ini dirancang sistem informasi berbasis web yang mengintegrasikan dan mengolah data utama anggota keluarga dan data 10 program pokok PKK, serta membantu PKK untuk memonitor dan membuat pelaporan untuk program-programnya.

Keywords

data, integrasi, redundancy, smart city, smart village

Full Text:

PDF

References

Firmansyah. (2018). Pengertian Teknologi Informasi Beserta Manfaat dan Contoh Penerapan Teknologi Informasi. [Online]. Available: https://www.nesabamedia.com/pengertian-teknologi-informasi/

Satu Data Indonesia. (2018). Tentang Satu Data Indonesia. [Online]. Available: https://data.go.id/tentang/

Admin. (2016). Indonesia Smart City Forum 2016 @ Bandung. [Online]. Available: https://data.go.id/konten/indonesia-smart-city-forum-2016-bandung/

D. Setiaji. (2018). Apa Itu Smart City dan Tantangan Penerapannya di Indonesia. [Online]. Available: https://id.techinasia.com/apa-itu-smart-city-dan-penerapan-di-indonesia

PKK, Tim Penggerak. (2018). Tujuan dan Pengorganisasian PKK. [Online]. Available: http://pkk.bantulkab.go.id/tujuan-dan-

pengorganisasian-pkk/

PKK, Buku PKK 2015-P2. Indonesia, 2018.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.