Analisis Pengaruh Kerusakan Mesin dan Ketidaktersediaan Perkakas Potong Terhadap Overall Equipment Effectiveness ada Flexible Manufacturing System Mesin Paralel
DOI:
https://doi.org/10.61769/telematika.v0i0.251Keywords:
overall equipment effectiveness, availability, mean time to failure, performance, FMSAbstract
Kerusakan mesin atau ketidaktersediaan perkakas potong seringkali menjadi masalah di lantai produksi yang membuat keefektifan mesin menjadi tidak maksimal. Tingkat keefektifan mesin atau Overall Equipment Effectiveness (OEE) dapat dihitung dengan cara menghitung tingkat availabilitas, performansi dan kualitasnya. Objek penelitian pada penelitian ini adalah FMS yang terdiri dari empat mesin CNC milling indentik yang tersusun secara paralel. Setiap mesin memiliki empat perkakas potong yang bertugas untuk memproduksi 15 part yang berbeda-beda setiap harinya. Pada penelitian ini dilakukan 12 percobaan yang merupakan kemungkinan dari kerusakan mesin dan ketidaktersediaan perkakas potong tersebut. Masing-masing percobaan dihitung nilai availabilitas dan performansinya. Hasil percobaan menunjukkan bahwa faktor availability dipengaruhi oleh kerusakan mesin dan faktor performance dipengaruhi oleh kerusakan mesin dan ketidaktersediaan perkakas potong. Nilai OEE yang paling besar adalah ketika tidak terdapat mesin ataupun perkakas potong yang rusak jika hanya diperbolehkan 1 shift dalam satu hari. Namun, jika terdapat 2 shift, maka eksperimen ke-11 (mesin 3 dan 4 dalam keadaan rusak) memiliki nilai OEE yang terbaik. Dari percobaan juga diperoleh bahwa perkakas potong D yang tidak siap mengakibatkan turunnya nilai OEE yang paling besar dibanding dengan perkakas potong lainnya. Hal ini karena perkakas potong D memproduksi part yang membutuhkan waktu proses paling lama. Karena itu, langkah yang perlu dilakukan perusahaan adalah menerapkan preventive maintenance pada keempat mesin dengan memperhatikan perkakas potong D lebih dari perkakas potong lainnya.
Kerusakan mesin atau ketidaktersediaan perkakas potong seringkali menjadi masalah di lantai produksi yang membuat keefektifan mesin menjadi tidak maksimal. Tingkat keefektifan mesin atau Overall Equipment Effectiveness (OEE) dapat dihitung dengan cara menghitung tingkat availabilitas, performansi dan kualitasnya. Objek penelitian pada penelitian ini adalah FMS yang terdiri dari empat mesin CNC milling indentik yang tersusun secara paralel. Setiap mesin memiliki empat perkakas potong yang bertugas untuk memproduksi 15 part yang berbeda-beda setiap harinya. Pada penelitian ini dilakukan 12 percobaan yang merupakan kemungkinan dari kerusakan mesin dan ketidaktersediaan perkakas potong tersebut. Masing-masing percobaan dihitung nilai availabilitas dan performansinya. Hasil percobaan menunjukkan bahwa faktor availability dipengaruhi oleh kerusakan mesin dan faktor performance dipengaruhi oleh kerusakan mesin dan ketidaktersediaan perkakas potong. Nilai OEE yang paling besar adalah ketika tidak terdapat mesin ataupun perkakas potong yang rusak jika hanya diperbolehkan 1 shift dalam satu hari. Namun, jika terdapat 2 shift, maka eksperimen ke-11 (mesin 3 dan 4 dalam keadaan rusak) memiliki nilai OEE yang terbaik. Dari percobaan juga diperoleh bahwa perkakas potong D yang tidak siap mengakibatkan turunnya nilai OEE yang paling besar dibanding dengan perkakas potong lainnya. Hal ini karena perkakas potong D memproduksi part yang membutuhkan waktu proses paling lama. Karena itu, langkah yang perlu dilakukan perusahaan adalah menerapkan preventive maintenance pada keempat mesin dengan memperhatikan perkakas potong D lebih dari perkakas potong lainnya.
References
S. Budiyanto, “Penentuan Jadwal Perawatan Optimal untuk Flexible Manufacturing System dengan Kriteria Minimasi Ongkos Menggunakan Pendekatan Semi Markov Process”, Universitas Katolik Parahyangan, Bandung, 2003.
J. D. Campbell and A. K. S. Jardine, Maintenance Excellence: Optimizing Equipment Life Cycle Decisions, Marcel Dekker Inc., 1989.
C. E. Ebeling, An Introduction to Reability and Maintability Engineering, McGraw Hill, 1997.
Subiyanto, “Analisis Efektivitas Mesin/Alat Pabrik Gula Menggunakan Metode Overall Equipment Effectiveness,” Jurnal Teknik Industri, vol. 16, no. 1, pp. 41-50, 2014.
Susan, “Penjadwalan Job Shop pada Empat Mesin Identik dengan Menggunakan Metode Shortest Processing Time dan Genetic Algorithm”, Institut Teknologi Harapan Bangsa, Bandung, 2013.
Downloads
Published
Issue
Section
License
You are free to:
- Share — copy and redistribute the material in any medium or format for any purpose, even commercially.
- Adapt — remix, transform, and build upon the material for any purpose, even commercially.
- The licensor cannot revoke these freedoms as long as you follow the license terms.
Under the following terms:
- Attribution — You must give appropriate credit, provide a link to the license, and indicate if changes were made. You may do so in any reasonable manner, but not in any way that suggests the licensor endorses you or your use.
- ShareAlike — If you remix, transform, or build upon the material, you must distribute your contributions under the same license as the original.
- No additional restrictions — You may not apply legal terms or technological measures that legally restrict others from doing anything the license permits.
Notices:
You do not have to comply with the license for elements of the material in the public domain or where your use is permitted by an applicable exception or limitation.
No warranties are given. The license may not give you all of the permissions necessary for your intended use. For example, other rights such as publicity, privacy, or moral rights may limit how you use the material.