PENERAPAN STRATEGY BLUE OCEAN PADA KOPI BIRU UNTUK MERAIH VALUE INNOVATION

Authors

  • Muhammad Taufik Kardana
  • Laura Lahindah

DOI:

https://doi.org/10.61769/.v6i1.511

Abstract

ABSTRACT

Indonesia was the fourth biggest producer and eksporter in the wholeworld, bypassed only by Brazil, Vietnam, and Colombia. Driven by high production capacity in coffee sector, the market growth expanding quickly in Indonesia. With rapid growth in coffee sector, researchers even predicts the market value will grow even more than Rp 4.8 trillion per year. Right now, the amount of coffee outlets in Indonesia increased by 3 folds (271.19%) since 2016. Many entrepreneur saw this opportunity and starts opening their own coffee shops to gain profits from this. One of them is (Si) Kopi Biru, which launched in August 2019. In the first 3 months, the company profited more than 200% of its predicted amount. After seeing the results and knowing there’s a potential the owner opened another branch to maximize the profits. However, the situations is actually worsened, with sales decreasing by 150% within 2 months after opening new branch and continue decreasing. To remedy the situation, the owner decides to repair and restructurize the company by rebranding the brand. During this period, the owner looks for advice and alternatives to give better perspectives on actions to take. Thus, this is the perfect opportunity to present blue ocean strategy to provide solutions and alternative to remedy the situation. This research are using descriptive analytics and will use interviews, observation, and documentations for data collections purpose. The sample would be the owner of the company, and 5 person with managerial positions in the company. This research will be using blue ocean strategy tools to provide analysis and solutions such as strategy canvas, four actions framework, six path framework, and buyer utility map.

Keywords: Strategic Management, Value Innovation, Blue Ocean Strategy.

 

ABSTRAK

Indonesia adalah negara penghasil kopi dan eksportir ke-empat terbesar di dunia, hanya disusul oleh negara Brazil, Vietnam, dan Kolombia. Pertumbuhan pasar kopi di Indonesia sangat dipacu oleh kapasitas produksi yang tinggi di sektor kopi. Berbagai penelitian di Indonesia bahkan memprediksi nilai pasar pada sektor kopi di Indonesia akan berkembang melebihi 4,8 triliun rupiah karena perkembangan sektor kopi yang sangat cepat. Saat ini, jumlah kedai kopi di Indonesia sudah meningkat lebih dari 3 kali lipatnya (271.19%) dibandingkan dengan tahun 2016. Para pengusaha kopi memanfaatkan peluang ini dengan mulai membuka kedai kopinya sendiri untuk meraup untung. Salah satunya adalah Si Kopi Biru yang membuka kedainya pada bulan Agustus 2019. Pada 3 bulan pertama, Si Kopi Biru meraup untung lebih dari 200% dari yang diperkirakan. Hal ini memicu pemilik untuk membuka cabang dengan harapan meraih untung yang lebih banyak. Namun, terjadi sebaliknya, dengan penurunan penjualan sebesar 150% dalam 2 bulan setelah cabang dibuka, dan terus merugi. Untuk memperbaiki situasi ini, pemilik memutuskan untuk menutup sementara dan melakukan rebranding dengan merubah konsep yang disajikan sehingga menjadi kesempatan untuk melakukan analisis strategi menggunakan alat analisis samudera biru. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dan menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi untuk mengumpulkan data. Subjek wawancara adalah pemilik dan 3 orang dari manajerial perusahaan, beserta 2 pemegang keputusan dari rival bisnisnya. Penelitian ini menggunakan alat analisis samudera biru dan IE matrix. Hasil dari penelitian menunjukkan industri kopi merupakan samudera merah namun masih ditemukan adanya kesempatan untuk melakukan inovasi nilai. Dua inovasi nilai ditemukan pada Si Kopi Biru.

Kata Kunci: Inovasi Nilai, Manajemen Strategi, Matriks Internal-External, Peta Pionir-Migrator-Settler, Strategi Samudera Biru.

Published

2022-08-01

Issue

Section

Articles