Pengembangan Sistem Pengawasan Lansia Berbasis Microcontroller dan Aplikasi Mobile

Ardy Gunawan, Yoyok Gamaliel, Tunggul Arief Nugroho

Abstract


The physical and mental decline experienced by the elderly causes reduced independence and limited daily activities, as well as in maintaining their health. Signs of elderly health that can be observed are body temperature and heart rate. These health signs are very important for the elderly, especially for those who live far from family or for those who live with family but are often left alone. Due to memory loss, some of the elderly may not remember the way home when traveling alone. Therefore, it is important to monitor the signs of health and the presence of the elderly at any given time. Elderly families or health care providers must be more aware of the health and safety conditions of the elderly. This study develops an elderly health surveillance system that can assist the elderly's family or health service providers in monitoring, tracking, and reminding the health and presence of the elderly. This research uses the MLX90614ESF temperature sensor, XD-58C heart rate sensor, Neo-5M GPS sensor, 800C SIM module, microcontroller, and Android-based mobile application. This system is also able to provide reminders of scheduled elderly activities in real-time. The measurement of the sensors will be compared with the measurements of similar digital devices on the market. The results of this study are prototypes that produce temperature measurement errors of 1.23% to 1.94% and heart rate measurement errors of 3.97% to 4.17%. The error in position detection using the GPS sensor is 1 to 5 meters.

 

 

Penurunan fisik dan mental yang dialami lansia menyebabkan berkurangnya kemandirian dan terbatasnya aktivitas sehari-hari, juga dalam menjaga kesehatannya. Tanda-tanda kesehatan lansia yang dapat diamati adalah suhu tubuh dan detak jantung. Tanda-tanda kesehatan ini sangat penting bagi lansia, terutama bagi mereka yang tinggal jauh dari keluarga atau bagi mereka yang tinggal dengan keluarga, tetapi sering ditinggal sendiri. Karena adanya penurunan daya ingatan, sebagian lansia pun bisa tidak ingat jalan pulang ketika berpergian sendirian. Oleh karena itu, penting untuk memantau tanda-tanda kesehatan dan keberadaan lansia pada suatu waktu tertentu. Keluarga lansia atau penyedia layanan kesehatan harus dapat lebih waspada terhadap kondisi kesehatan dan keselamatan lansia. Penelitian ini mengembangkan sistem pengawasan kesehatan lansia yang dapat membantu pihak keluarga lansia atau penyedia layanan kesehatan dalam melakukan monitoring, tracking, dan reminding kesehatan dan keberadaan lansia. Pada penelitian ini digunakan sensor suhu MLX90614ESF, sensor detak jantung XD-58C, sensor GPS Neo-5M, modul SIM 800C, pengendali mikro, dan aplikasi mobile berbasis Android. Sistem ini juga mampu memberikan reminding aktivitas lansia terjadwal secara real-time. Hasil pengukuran semua sensor yang diamati akan dibandingkan dengan pengukuran perangkat digital yang ada di pasaran. Hasil penelitian ini berupa purwarupa yang menghasilkan ralat pengukuran suhu 1,23% sampai dengan 1,94% dan ralat pengukuran detak jantung 3,97% sampai dengan 4,17%. Ralat pendeteksian posisi dengan menggunakan sensor GPS adalah 1 sampai dengan 5 meter.

Keywords


elderly; tracking; monitoring; reminder; microcontroller; lansia; pengendali mikro

References


S. Rohaedi, S. T. Putri, dan A. D. Karimah, “Tingkat kemandirian lansia dalam activities daily living di Panti Sosial Tresna Werdha Senja Rawi,” Jurnal Pendidikan Keperawatan Indonesia, vol. 3, no. 1, hlm. 16-21, Juli 2016.

M. P. Rajasekaran, S. Radhakrishnan, dan P. Subbaraj, "Elderly Patient Monitoring System Using a Wireless Sensor Network," Telemedicine, vol. 15, no. 1, hlm. 73-79, 2009.

P. Neves, M. Stachyra, dan J. Rodrigues, "Application of wireless sensor networks to healthcare," Journal of Communications Software and Systems, vol. 4, no. 3, hlm. 180-190, 2008.

D. N. Chasanah, A. N. Handayani, dan I. A. E. Zaeni, "Pemantauan kesehatan pada lanjut usia berbasis microcontroller menggunakan metode fuzzy," dalam Prosiding Seminar Nasional Teknologi Elektro Terapan 2018, vol. 2, no. 1, 2018, hlm. 123-128.

T. S. Sollu, Alamsyah, M. Bachtiar, A. Amir, dan B. Bontong, “Sistem monitoring detak jantung dan suhu tubuh menggunakan Arduino,” Techno.com – Jurnal Teknologi Informasi, vol.17, no. 3, hlm. 323-332, 2018.

H. Fadillah, I. Agustian, dan A. Indriani, “Perancangan alat pemantau detak jantung, resisteansi kulit, dan suhu tubuh jarak jauh,” Amplifier, vol. 5, no.2, November 2015.

S. V. Kumar, “Traffic flow prediction using Kalman filtering technique,” Elsevier Procedia Engineering, vol. 187, hlm. 582-587, 2017.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2022 Jurnal Telematika

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

____________________________________________

Institut Teknologi Harapan Bangsa

Jl. Dipatiukur no. 80-84 Lt. 2

Bandung 40132


Creative Commons License

Jurnal Telematika is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.